Ronaldo : Untuk Penaltinya, Jantung Saya Berdegup Kencang

Gol Cristiano Ronaldo ke gawang Juventus lewat titik putih menjadi penentu Real Madrid melangkah ke semifinal Liga Champions. Dia mengaku sempat deg-degan.

Persiapan Ronaldo Dalam Penalti vs Juventus
Di Santiago Bernabeu, Kamis (12/4/2018) dinihari WIB, Madrid kalah 1-3 dari Juventus. Satu gol di laga leg II perempatfinal Liga Champions itu didapat saat masa injury time.

Gawang Madrid, yang dikawal Keylor Navas, dijebol dua kali oleh Mario Mandzukic. Gol pertama pada menit kedua, gol kedua di menit ke-37.

Blaise Matuidi menjadi pencetak gol ketika Juve pada menit ke-61, hingga membuat agregrat menjadi 3-3. Saat laga akan lanjut ke babak tambahan, Madrid mendapat penalti. Lucas Vazquez jatuh di kotak 16 meter karena dilanggar Mehdi Benatia.

Wasit Michael Oliver sempat diprotes oleh pemain Juve, bahkan Gianluigi Buffon sampai di kartu merah.

Ronaldo maju menjadi eksekutor. Dia menyelesaikan tugasnya dengan sempurna, setelah bisa menceploskan bola ke dalam gawang.

"Lihat saja, andai tak terjadi penalti, Lucas seharusnya mencetak gol. Mereka tertinggal dari kami dan itu merupakan laga bagi mereka. Saya senang kami bisa sampai di semifinal," kata Ronaldo di situs Madrid.

"Untuk penaltinya, jantung saya berdegup kencang, tapi saya mencoba untuk tetap tenang. Saya tahu itu akan menjadi penalti yang menentukan, syukurnya saya bisa mencetak gol dan kami terus melaju," dia menambahkan.

Juventus memprotes keras wasit setelah Real Madrid dihadiahi penalti di akhir injury time. Superstar Madrid Cristiano Ronaldo mempertanyakan aksi tim lawan.

Hadiah penalti itu diberikan kepada Madrid setelah Mehdi Benatia dianggap melanggar Lucas Vazquez di depan gawang. Dalam tayangan ulang memperlihatkan, Benatia yang berdiri di belakang Vazquez mengenai bola dengan kakinya. Namun, winger Madrid itu kemudian jatuh akibat kontak tersebut.

Ronaldo menentukan kelolosan Madrid ke semifinal setelah tendangannya dari titik 12 pas menembus gawang Juventus. Meski akhirnya kalah 1-3 di pertandingan perempatfinal leg kedua, El Real tetap melaju dengan keunggulan agregat 4-3, Kamis (12/4/2018) dinihari WIB.

Protes keras para pemain Juve itu pada prosesnya menyebabkan kiper sekaligus kapten Gianluigi Buffon dikartu merah.

"Aku tidak paham mengapa mereka protes," ujar Ronaldo, yang memberi operan kepada Vazquez sebelum wasit memberi penalti.

"Lucas kan ditekel dari belakang dan kalau mereka tidak memberi dia penalti, maka akan jadi gol," sebut dia, yang dilansir Marca.

Meski lolos, Madrid dibuat keteteran oleh Juventus. BBC Sport mencatat dengan keunggulan 62%, Madrid menciptakan 18 percobaan (enam on target), sementara Bianconeri bermain efisien dengan melahirkan 11 percobaan (enam on target).

"Kami memang menderita, tapi ini membantu kami agar mengambil pelajarannya. Di dalam sepakbola, tidak ada yang didapat dengan mudah, Anda harus memperjuangkannya sampai akhir," lanjut Ronaldo.

"Madrid bisa saja mencetak lebih banyak gol, tapi Juventus dan Buffon bermain dengan bagus."

No comments:

Powered by Blogger.